Berpartisipasi dalam Konservasi Alam Indonesia Lewat Karya Ilmiah

A. Mengidentifikasi Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah karya tulis yang diterbitkan. Karya ilmiah ditulis dan diterbitkan dengan tujuan memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim. Karya ilmiah menyajikan masalah secara objektif dan faktual.

Masalah yang disajikan dalam karya ilmiah disusun dengan metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan metode untuk melakukan cara kerja berdasarkan cara berpikit yang sistematis dan logis. Sistematis berarti tersusun secara teratur mengikuti pola baku, dimulai dari pendahuluan, pembahasan, dan diakhiri dengan simpulan. Logis berarti isi karya ilmiah yang mudah dipahami dan dapat diterima oleh akal sehat karena dadasari oleh hubungan sebab akibat. Objektif berarti pernyataan-pernyataan yang terdapat dalam karya ilmiah yang didasarkan pada fakta yang terjadi atau pandangan umum, bukan berdasarkan pandangan pribadi penulis. Faktual berarti kebenaran di dalam karya ilmiah berdasarkan fakta dan kenyataan yang sesungguhnya.

Dalam pembahasannya, karya ilmiah mengutamakan aspek rasionalitas. Untuk membuktikan rasionalistas suatu karya ilmiah, memerlukan data yang lengkap dan berbagai sumber. Data-data yang mendukung pembahasan dalam karya ilmiah dapat diperoleh dari berbagai media, buku, dan pendapat ahli di bidangnya. Karrya ilmiah tidak selalu identik dengan hasil penelitian. Karya ilmiah dapat berupa artikel, makalah, laporan, skripsi, dan disertasi.

Karya ilmiah memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan teks lain. Berikut bebeapa ciri-ciri karya ilmiah

1.      Ditulis secara sistematis. Topik dan subtopik saling berkaitan dan Merujuk pada topik utama.

2.      Ditulis sesuai akal sehat penulis dan penalaran yang logis

3.      Data ditulis harus tujuan yang teruji kebenarannya secara empiris

4.      Teori argumentasi yang benarm sahih, dan relevan

5.      Mengaitkan argumentasi empiris dan argumentasi teoritis.

Tujuan karya ilmiah untuk memublikasi ilmu pengetahuan masyarakat kepada. Selain itu, karya ilmiah juga bertujuan memberikan penjelasan, komentar atau penilaian, saran, menyampaikan sanggahan, dan membuktikan hipotesis.

Sebuah karya ilmiah memiliki berbagau bentuk penyajian. Berdasarkan bentuk penyajiannya, karya ilmiah dibedakan menjadi bentuk popular, bentuk semiformal, dan bentuk formal.

1.      Bentuk populer

Karya ilmiah popular merupakan karya ilmiah dalam bentuk ringkas. Karya ilmiah populer biasanya terdapat di media masa, seperti koran atau majalah. Topik yang diangkat dalam karya ilmiah ini adalah topik yang akrab, menyenangkan, dan disukai masyarakat. Gaya bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah popular merupakan gaya bahasa yang bersifat santai, menarik, dan bahasanya mudah dipahami, serta kalimat-kalimatnya sederhana, tetapi tetap tidak bersifat fantasia tau rekaan.

2.      Bentuk semiformal

Karya ilmiah bentuk semiformal merupakan karya ilmiah yang sering digunakan dalam jenis laporan atau makalah. Bentuk karya ilmiah semiformal secara garis besar terdiri dari halam judul, kata pengantar, daftar isi, pendahuluan, pembehasan, simpulan, dan daftar Pustaka.

3.      Bentuk formal

Karya ilmiah dormal disusun dalam format yang lengkap dan biasanya berbentuk sebuah buku. Karya ilmiah fotmal biasanya digunakan untuk menyampaikan skripsi, tesis, atau disertasi. Karya ilmiah formal kengkap mengandung judul, tim pembimbing, kata pengantar, abstrak, daftar isi, pendahuluan, telaah kepustakaan/kerangka teoritis, metode penelitian, pembehasan hasil penelitian, simpulan, daftar Pustaka, dan lampiran.

Untuk lebih mudah dalam memahami karya ilmiah, maka perlu mengetahui seluruh makna kata yang digunakan.makna dapat diketahui dalam KBBI . oleh karena itu, apabila menemukan pemahaman yang belum maknanya sebaiknya segera mencari dalam kamus agar dapat memahami seluruh maknadalam karya ilmiah.

 

B.    Menganalisis Struktur Karya Ilmiah

Karya ilmiah disusun oleh bagian-bagian oenting yang menyusun struktur karya ilmiah. Struktur karya ilmiah daoat diketahui dengan membaca seluruh karya ilmiah secara seksama. Pada umumnya bagian/sistematika karya ilmiah dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Bagian awal dimulai dengan judul, nama penulis dan afiliasinya, abstrak, serta kata kunci. Bagian inti adalah bagian isi yang meliputi pendahuluan, metode penelitian, analisis data, hasil, dan pembahasan. Bagian akhir meliputi simpulan dan saran, daftar Pustaka, serta lampiran (jika ada)

Struktur karya ilmiah sebagai berikut

1.      Judul

Judul karya ilmiah diltulis dalam satu frase yang jelas dan lengkap. Judul mencermintakan isi karya ilmiah. Dari judul karya ilmiah, Anda dapat menemukan masalah yang diteliti, ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, subjek penelitian, dan metode penelitian. Penulisan judul tidak diakhiri dengan tanda baca apapun.

Oenulisan judul karya ilmiah daoat dilakukan dengan du acara, yaitu sebagai berikut,

A.       Menggunakan huruf kapital semua, kecuali pada anak judulnya. Contoh: MARAKNYA PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK (Sebuah Studi Deskriptif terhadapt Penggunaan GADGET).

B.      Menggunakan huruf kapital pada setiap awal kata pada judul, kecuali kata depan dan konjungsi. Contoh: Maraknya Penggunaan Gadget pada Anak (Sebuah Studi Deskriptif terhadap Penggunaan gadget).

2.      Pendahuluan

Pada karya ilmiah formal, bagian pendahuluan mencakup hal-hal sebagai berikut

A.Latar       Belakangan

Latar belakang digunakan untuk menjelaskan adanya pemilihan topik permasalahan yang bersangkutan

B.      Batasan Masalah dan Rumusan masalah

Batasan masalah digunakan untuk memberikan Batasan yang jelas bagian mana dari permasalahan yang dikaji. Batasan masalah serta rumusan masalah disajikan dengan kalimat tanya yang menggunakan kata tanya mengapa dan bagaimana.

C.       Tujuan Penulisan Karya Ilmiah

Bagian ini menyajikan tujuan penulisan karya ilmiah berdasarkan rumusan masalah yang ada. Bagian ini juga digunakan untuk menggambarkan hasil yang diharapkan dari penelitian dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.

D.      Manfaat

Bagian manfaat memberikan keyakinan kepada pembaca tentang manfaat atau kegunaan dari penulisan karya ilmiah.

3.      Kerangka teoritis

Kerangka teoritis tersebut dengan kajian Pustaka atau landasan teori. Teori Landasan mencakup kerangka pemikiran atau hipotesis. Kerangka konseptual berisi berbagai pengetahuan atau wawasan dari buku-buku pendudukung yang digunakan untuk memperkuat hasil penelitian dalam karya ilmiah.

4.      Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian diartikan sebagai prosedur atau tahapan penelitian, mulai dari persiapan, penentuan sumber data, pengelolaan data, sampai pada yahapan pelopran. Setiap penelitian memiliki metode penelitian masing-masing yang umumnya bergantung pada tujuan penelitian itu sendiri.

Jenis metode peneilitian anatar lain sebagai berikut.

A.       Metode deskriptif, yaitu metode penelitian yang bertujuan menggambarkan fakta-fakta secara apa adanya tanpa tambahan apa pun. Data yang diungkapkan dalam metode deskriptif meliputi fakta yang bersifat kuantitatif ataupun kualitatif.

B.      Metode eksperimen, yaitu metode penelitian yang bertujuan memperoleh gambaran atas suatu peristiwa setelah melakukan penelitian atau percobaan.

C.       Metode penelitian kelas, yaitu metode penelitian dengan tujuan memperbaiki persoalan-persoalan yang terjadi di kelas tertentu.

5.      Pembahasan

Pembahasan merupakan bagian pokok karya ilmiah. Pembahasan terkait dengan rumusan masalah dan tujuan penulisan yang dituliskan sebelumhya. Data yang diperoleh melalui hasil observasi, penelitian, dan wawancara dibahas dengan berbagai sudut pandang. Pembahasan dapat disertai grafik, tabel, atau gambar-gambat yang mendukung pembehasan. Dalam pembahasannya, penulis mengeluarkam argumen-argumen yang telah ditemukan dalam landasan teoritis untuk mendukung data dan hasil penelitian yang dikumpulkan oleh penulis.

6.      Simpulan dan Saran

Simpulan berisi jawaban dari tujuan yang ditulis penulis pada pembahasan yang diperoleh dari penelitian. SIMpulan juga merupakan penejlasan kembali dari pembahasan secara ringkas. Simpulan disertai saran. Saran tersebut berisi anjuran-anjuran untuk kemajuan penulisan selanjutnya.

7.      Daftar Pustaka dan Lampiran

Bagian ini berisi buku, artikel jurnal, dokumen resmi, atau sumber-seumber lain yang digunakan sebagai referensi dalam penulisan karya ilmiah. Cara penulisan daftar Pustaka dilakukan secara berurutan menurut abjad , (alfabetis), tanpa menggunakan nomor urut.

 

C.    Menganlisis Kebahasaan Karya Ilmiah

Karya ilmiah memiliki kaidah kebahasaan yang khas, Karya ilmiah merupakan karya yang objektif sehingga pemilihan bahasa dalan karya ilmiah bersifat impersonal. Keidah kebahasaan ilmiah bersifat dapat ditemukan setelah dalam karya ilmiah daoat ditemukan setelah membaca teks secara seksama. Berikut beberapa kaidah kebahasaan dalam karya ilmiah.

1.      Objektif

Menurut KBBI, tujuan berarti mengenai kaadaan yang sebenarnya tanpa mempengaruhi pendapat atau pandangan pribadi. Dalam mempertahankan objektivitas karya ilmiah diantaranya tindai dengan penggunaan kata ganti dan kalimat pasif.

A.       Menggunakan kata ganti

Kata ganti aku dan saya dalam karya ilmiah diganti dengan penulis atau peneliti.

B.      Menggunakan kalimat pasif.

Karya ilmiah menggunakan kalimat pasif.

2.      Reproduktif.

Reproduktif dapat diartikan sebagai pengertian informasi yang dibaxa pembaca harus benar-benar sama dengan pengertian yang dismapaikan penulis.

3.      Menggunakan Kata Denotatif

Makna denotatif adalah makna yang sesuai konsep asalnya tanpa penambahan makna berdasarkan perasaan pembaca. Oleh karena itu, kata-kata yang digunakan memiliki makna lugas dan tidak bnoleh memiliki makna ganda atau ambigu.

 

D.   D. Menyusun Karya Ilmiah

Untuk menulis karya ilmiah daoat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut

1.      Menentukan Topik, langkah awal menulis karya ilmiah adalah menentukan topik atau masalah yang akan dibahas dalam karya ilmiah, Topik atau masalah karya ilmiah harus memiliki syarat sebagai berikut.

A.       Menarik perhatian penulisan dan masyarakat

B.      Dikuasai penulis

2.      Membuat Kerangka Tulisan, kerangka tulisan dibuat untuk memudahkan penulis melakukan penulisan, Kerangka tulisan juga akan memberikan sistematika yang jelas. Kerangka tulisan juga memudahkan penulisa dalam mengumpulkan data.

3.      Mengumpulkan Bahand suatu Data Karya Ilmiah, Bahan atau data dari sebuah karya ilmiah dapat ditemukan dengan melakukan observasi atau hasil penelitian. Selain melakukan penelitian, sumber data dalam karya ilmiah dapat ditemukan dari internet, koran, atau media masaa yang lain. Sumber data juga dapat ditemukan dengan kajian Pustaka yakni membaca beberapa buku yang mendukung topik karya ilmiah. Data dan sumber karya ilmiah juga bisa didpatkan melalui wawancara dengan narasumber atau kuisioner.

4.      Membaca Kerangka Tulisan menjadi Karya Ilmiah, kerangka yang sudah ada dikembangkan menjadi karya ilmiah berdasarkan data-data yang dikumpulkan, sistematika karya ilmiah, dan kaidah kebahasaan karya ilmiah.

 

Setalah karya ilmiah selesai ditulis, Anda dapat memverifikasi keakuratan tulisan dengan melakukan silang baca bersama teman Anda. Kegiatan silang baca dapat dilakukan untuk meilhat kebingungan penulisan tulisan dan isi tulisan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan silang baca sebagai berikut.

1.      Topik yang dipilih menarik

2.      Struktur karya ilmiah sudah sesuai

3.      Penggunaan bahasa baku

4.      Penggunaan tanda baca yang tepat

5.      Kalimat yang digunakan sudah cukup efektif.

 

E.          E. Memublikasikan Karya Ilmiah

Sebuah karya ilmiah daoat disajikan dalam seminar atau bentuk diskusi. Saat diskusi terjadi akan banyak muncul tanggapan dan pertanyaan terhadap karya ilmiah. Tanggaoan terebut disertai berbagai informasi penting yang mendukung dan melengkapi karya ilmiah yang disajikan dalam diskusi.

Melalui forum diskusi, masalah yang terdapat dalam karya ilmiah dapat terealisasikan dengan baik karena melibatkan banyak orang. Dalam diskusi resmi, karya ilmiah disajikan oleh seseorang atau beberapa orang yang memiliki keahlian dan memiliki penguasaan yang baik terhadap masalah yang terdapat dalam karya ilmiah. Orang yang menyajikan karya ilmiah disebut pemakalah atau narasumber. Dalam diskusi, pemakalah bertuhgas menjelaskan masalah dan silusi yang telah dikemas dalam makalh.

Anda juga dapat menjadinpemakalah yang menyajikan makalah yang Anda buat. Langkah-langkah menyajikan makalah antara lain sebagai berikut,

1.      Tampilan sebagi oemakalah setalah mendapat izin dari moderator

2.      Perkenalan dari Anda jika Anda tidak diperkenalkan oleh moderator

3.      Sampaikan masalah umum dari isi makalah yang anda paparkan

4.      menjelaskan pokok-pokok isi makalah dengan bahasa yang lugas dan jelas

5.      Sertakan ilustrasi dan fakta-fakta yang mendukung makalah Anda

6.      Akhiri dengan menyampaikan kesimpulan

7.      Setelah itu, teman-teman akan memberikan tanggapan dan pertanyaan

8.      Jawablah tanggapan dan pertanyaan teman adna dengan jelas

Sebelum menyampaikan makalah, Anda perlu membuat paparan yang dapat dilihat dengan jelas sampai ke peserta seminar yang duduk di bangku belakang. Setiap lembar paparan (salindia) harus jelas, ringkas, logis, dan fokus. Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut dalam menyusun salindia.

1.      Buatlah salindia yang sederhana, menarik, dan komposisi warna yang baik. Salindia adalah sarana komunikasi visual antara pemateri dan pemirsa

2.      Susunlah alur paparan yang logis dan sistematis

3.      Fokuslah pada satu pesan dalam sebuah salindia

4.      Penyajian setiap halaman selindia cukup ringkas. Pesan di dalam salindia harus ditayangkan oleh tontonan yang didukung di banku paling belakabg

5.      Susunlah kalimar atau frase yang ringkas dengan ukuran font yang sesuai.

Komentar